Ketika Boncenger Terindah Itu Pergi…

Boncenger Terindah
Aku berasa jadi Tom Cruise bila bonceng dirimu 😦

Untaian rambutmu yang tertiup angin seolah tergambar jelas dalam ingatanku, pelukmu itu entah itu demi keselamatan atau peluk sayang buatku. Entahlah…

Riang candamu yang segar, mengalahkan lucunya Cemen yang jadi juara Stand Up Comedy di Indosiar. Bikin perjalanan berbunga-bunga, waktu pun gak terasa.

Dengan motor butut milik bapakku, kupinjam atau langsung tarik gas diam-diam, ku ajak kau berkeliling kemana saja. Keliling mengikuti arah, entah itu arah angin atau pun arah mata hati. Ternyata memang cinta itu tak berarah…

Ku ajak kau jalan, ku traktir kau makan sesuai keadaan dompetku. Bensin? Ah… biarlah bapakku aja yang ngisi, uangku sudah kuhabiskan untuk kita berdua.

Hingga suatu saat, mobil pick up sialan yang menyerempet kita yang sedang naik motor. Aku pun terguling dan terjatuh, tiada kuperdulikan motorku, yang pertama kucari adalah dirimu. Untunglah kau tidak apa-apa, justru diriku lah yang berdarah-darah.

Kau basuh lukaku dengan air hangat, perih pun tak terasa, yang ada kuucap syukur yang tak terhingga melihat kau tidak kenapa-napa. Sungguh aku sangat mengkhawatirkanmu melebihi diriku sendiri.

Setelah itu? Entahlah itu anugerah atau musibah, kejadian keserempet mobil itu bikin aku merenung. Gimana kalau aku mati? Padahal aku belom shalat maghrib…

Renungan pun tidak sampe disitu, kurenungkan semuanya, termasuk hubungan kita berdua. Ku mohon kan petunjuk sama Allah di shalat malamku, apa yang harus kulakukan???

Entahlah… benar-benar aku tidak mengerti wangsit apa dari shalat istikharahku tadi malam. Yang jelas hari ini adalah hari ulang tahun mu, dan aku dapat wangsit buat belikanmu sebuah kerudung.

Sampe dirumahmu, barulah aku menyadari kalau wangsit itu gak main-main. Rasa sayangku yang mendalam padamu, bener-bener mengkhawatirkanmu, aku belum pantas menjadi imam mu.

Kuberikan kerudung itu padamu, kutitikkan air mata, kuucap pisah padamu. Aku ingin kau mengerti bahasa kalbuku : “Tunggulah aku belajar agama, biar aku pantas menjadi imam mu, nanti kulamar dirimu.”

Ah… ternyata kau salah tanggap, kau hanya tahu aku memutuskanmu di hari ulang tahunmu. Padahal itu kado dari Yang Maha Cinta, agar kita berdua bersiap-siap menjadi pasangan yang diridhoi Nya.

Kau sangat marah padaku, bahkan hingga sekarang kau belum juga mengerti keputusanku. Andai engkau tahu, namamu tertulis abadi di jok hatiku, sebagai boncenger terindah.

Ya… boncenger terindah itu pergi, pergi dengan luka dan dendam, tanpa tahu maksudku. Kuketikkan keyboard ini, sebagai perwakilan bahasa kalbuku yang terlalu rumit. Kuharap kau baca ini, cintaku padamu abadi…

Iklan

16 respons untuk ‘Ketika Boncenger Terindah Itu Pergi…

  1. Azis Karim November 26, 2015 / 01:25

    Ciiieee sapa tuh cewek gan ? Semoga dia baca ini ketikan 🙂

    • KomMotor November 26, 2015 / 05:55

      Hehehe…
      Amin gan… 🙂

    • KomMotor November 27, 2015 / 09:21

      Iya gan…
      nyesek… ::(

Mangga Komentar... Biar Cetar... :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s